Menanti©
00.01. Angin malam datang berbisik, dalam sunyi yang mendesis. Malam tengah meringis. Dalam kantuk ditemani sahabat tak berwujud, sedang kunanti kabar yang belum tersiar. Aku termenung. Setiap detik kulalui tanpa sekedip pun aku tertidur. Menunggumu yang tak kunjung pulang.
Angin malam datang berbisik, dalam sunyi yang mendesis. Malam tengah meringis. Hanya sedetik bunyi dering kunanti, yang siap lepaskanku dari jerat ilusi. Sebuah pesan singkat atau pembicaraan kilat yang menyiarkan pulangnya seorang perawan. Dengan telinga menganga dan mata berkaca-kaca. Berita masih enggan menyapa.
Angin malam datang berbisik, dalam sunyi yang mendesis. Malam tengah meringis. Akhirnya, dering memanggil nyaring dengan berita datang menyapa. Aku tersentak. Campuran bahagia dan lega meluap tak terkira. Lelahku segera menjajah, memaksa setiap mili ototku terkulai lemah. Penantianku tak sia-sia.
March 6th, 2010, 00.39 (GMT +7)
– melancholic_self_loner –
Like this:
~ by holy_white_dragoon on March 6, 2010.
Posted in melancholy, poetry, prose
Tags: hidup, malam, menunggu, termenung
